4 Contoh Eksperimen Biologi Sederhana

Kalian sering lihat percobaan yang dilakukan orang baik di TV atau di youtube dan mereka memberi peringantan untuk tidak melakukan percobaan yang sama seperti mereka dirumah. Nah, kalian tentu sangat penasaran dan ingin juga melakukan percobaan tersebut. Kadang bahannya tidak ada, atau bahkan percobaannya sangtat berbahanya dan hanya bisa dilakulan oleh ahli.

Nah, untuk mengobati rasa ingin tahu kalian, kalian bisa mencoba 4 percobaan biologi sederhana berikut di rumah. Dijamin aman dan tidak berbahaya dan bisa melatih kalian untuk menjadi ilmuan dimasa depan.

Percobaan 1 : Ekstrak DNA kamu sendiri di rumah

Bahan yang dibutuhkan : kaca tranparan, garam, sabun cair, jus anggur dan alkohol (yang biasa kalian gunakan untuk mebersihkan luka).

Apa yang harus kamu lakuakan :
Sederhana. Langkah pertama kamu ludahi kaca yang disediakan dan tambahkan sedikit garam ke dalamnya. Jangan meludah terlalu banyak ya karena itu menjijikkan wkwkwkw. Kemudian tambahkan sedikit cairan sabun cair (sabun cuci piring juga boleh), jus anggur dan beberapa tetes alkohol. Setelah selesai semua, aduklah bahan bahan tersebut.

Hasilnya kalian akan melihat mucosa putih yang berlendir ditas campuran tersebut. Itu adalah DNA kalian.

Apa yang terjadi sebenarnya :
Air ludah mengandung sel dari mulut kamu dan sel itu mengandung DNA didalamnya. Sabun digunakan untuk memecah membrane sel yang melindungi DNA dan melepaskannya ke dalam larutan. Garam membuat DNA terdenaturasi dan megendap sedangkan jus anggur akan menentralkan protein yang bisa merusak DNA.

Percobaan 2 : Menghitung jumlah bakteri yang hidup ditanganmu

Apa yang kita butuhkan : Wadah kedap udara (tuppeware emak juga boleh) dan gelatin

Apa yang harus dilaukan :
Jika kamu membeli gelatin di swalayan, ikutilah cara membuat sesuai apa yang ditulis dalam kemasan. Panaskan air dalam wadah kemudian masukkan bubuk gelatin kedlammnya. Kemudian didaduk sampai semua gelatin larut dalam air. Setelah semunya larut, dan selai larutan masih panas, tuangkanlah ke wadah kedap udara yang kamu siapkan tadi kemudian tutup untuk menghindari konaminasi. Disanalah kita akan menumbuhkan bakteri. Simpan gelatin yang sudah ditutup rapat tadi dalam kulkas, semalaman sampai ia mengeras.

Baca juga  Ringkasan Biologi tentang Sistem Saraf

Setelah semalaman, keluarkan gelatin yang telah mengeras, kemudian sentuhlah dengan tangan kalian. Setelah itu, kembali tutup wadahnya dan biarkan pada suhu kamar untuk beberapa hari kemudian.

Apa yang akan terjadi :
Setelah beerapa hari kalian akan lihat beberapa titik di gelatinnya. Ini adalah bakteri dari tangan kamu. Bakteri itu akan tetap ada walaupun kamu mencuci tangan sampai benar-benar bersih. Karena akan selalu adabakteri di tangan kita.

Penjelasan :
Mikroorganisme ada dimana mana, tetapi kita tidak bisa melihatnya karena mereka sangat kecil. Pada percobaan diatas, mereka menggunakan gelatin sebagai makanan. Karena banyak makanan, mereka akhirnya bereproduksi dengan mebelah diri berkali kali, sampai jumlahnya semakin banyak dan kita bisa melihanya sebagai titik titik pada permukaan gelatin. Jika kamu biarlakan lebih lama, bakterinya akan semakin banyak dan titik-titiknya akan semakin besar.

Percobaan 3 : Mengubah warna bunga.

Apa yang kita butuhkan : bunga (mawar atau apapun tetapi lebih baik yang punya kelopak berwarna putih), tinta, gelas dan air.

Apa yang harus kita lakukan :
Ini merupakan salah satu percobaan yang sangat super mudah yang bisa kamu lakukan. Letakkan bunga dalam gelas yang berisi air yang sudah kita warnai. Tangkainya harus tercelup sedangkan bunganya tidak. Diamkan beberapa saat, maka kamua akan lihat bahwa sebagian dari kelopak bunganya berubah warna menjadi warna air dalam gelasnya.

Kenapa bisa terjadi, begini penjelasannya :
Biasanya kita memberi air pada wadah bungan untuk menjanganya tetap segar. Tanaman itu punya pipa kapiler yang disebut dengan xylem yang berfungsi untuk menyerap air ke seluruh bagian tanaman. Jika airnya berwarna maka ia akan menyerapnya dan mengubah warna dari bunga putih yang kita siapkan sebelumnya.

Baca juga  Sifat Kimia, Fisika, Struktur, Reaksi dan Fungsi Karbohidrat

Percobaan 4: Masak telur tanpa api

Bahan yang dibtuhkan : telur, cuka dan panci dengan tutup ( penting untuk menjaga rasa telur tidak hilang).
Apa yang harus kamu lakukan :
Letakkan telur (beserta cangkangnya, telurnya jangan dipecahkan) dalam wadah yang panic kemudian tutup. Biarkan beberapa hari kemudian cek apa hasil yang didapatkan.

Kamu akan temukan bahwa telurnya mengeras seperti telur rebus (tapi, saya tidak jamin rasanya akan enak, wkwkwkw).

Penjelasan :
Putih dan kuning telur yang ada dibagian dalam dilindungi oleh cangkang telur. Cangkangnya ini dibuat dari calsiumkarbonat yang akan bereaksi dengan asam cuka sehingga menyebabkan cangkangnya melunak dan tergerus sedikit demi sedikit. Jika sudah begini maka cuka bisa masuk ke dalam kuning dan putih telur sehingga membuatnya terdenaturasi dan mengeras. Huala…jadilah telur rebus kita tanpa api sedikit pun.

Sumber percobaan :
Maria constantin via www.uniavisen.dk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *