Bahaya Unsur Radioaktif

Unsur radioaktif secara konkrit tidak kita temukan secara jelas pada kehidupan sehari-hari. Namun sumber radiasi telah ada di sekitar kita dan dapat kita jumpai pada setiap makhluk hidup. Berbagai radiasi unsur radioaktif dapat mengionisasi materi yang dilaluinya dan radiasi ini sangat berbahaya bagi jaringan hidup. Pada artikel ini kita akan membahas tentang bahaya unsur radioaktif.

Tubuh manusia secara alamiah dapat menetralisasi radiasi yang lemah. Meskipun tidak ada kerusakan permanen, sebenarnya berapa pun intensitas sinar radioaktif yang dipancarkan, efeknya tetap membahayakan bagi jaringan. Kadang-kadang sampai bertahun-tahun bahaya radiasi tersebut baru tampak. Radiasi pada tingkat tinggi atau radiasi lemah yang terpaparkan dalam kurun waktu tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada mekanisme sistem tubuh dan membakar jaringan tubuh manusia dan hewan.

Kerusakan pada tubuh manusia akan menimbulkan kerusakan struktur DNA yang membawa kode genetik. Kerusakan ini dapat mengubah kode genetik yang menyebabkan lahirnya keturunan yang abnormal. Kerusakan DNA juga dapat memicu timbulnya sel yang dapat memperbanyak diri secara tak terkendali yang disebut kanker.

Penggunaan radiasi dalam bidang medis tanpa alasan yang kuat lebih banyak menimbulkan bahaya daripada keuntungan yang diperoleh, misalnya pemeriksaan anggota tubuh dengan radiasi yang dilakukan secara rutin. Wanita yang melakukan pemeriksaan simptom kanker payudara dengan radiasi secara rutin, ternyata mempunyai kecenderungan lebih besar untuk mengalami kanker. Demikian juga pemeriksaan USG pada wanita hamil yang dilakukan secara rutin dapat memperbesar kemungkinan kanker pada bayi di dalam kandungan.

Sampah radioaktif dari hasil samping pengoperasian reaktor nuklir juga merupakan masalah serius, seperti kasus kecelakaan reaktor 1000 MW di Chernobyl, Uni Soviet, pada bulan April 1986. Karena bencana kebocoran reaktor atom di Chernobyl, sejumlah besar bahan radioaktif terlepas ke atmosfer dan terbawa angin hingga ke area yang sangat luas. Hal ini mengakibatkan penyakit kanker dan cacat kelahiran naik berlipat ganda dari tahun ke tahun.

Terlepas dari bahaya radiasi yang telah muncul, sebenarnya dampak negatif radiasi dapat dicegah dengan mengetahui berapa banyak kemampuan tubuh untuk menerima radiasi secara kuantitas yang dinyatakan dengan dosis radiasi. Beberapa faktor yang menentukan bahaya radiasi antara lain dosis total yang diterima, daya pengaruh biologi relatif masing-masing jenis radiasi, energi radiasi, jaringan biologi yang terkena radiasi, dan luas atau volume tubuh yang terpapar.

Baca juga  Kecepatan Peluruhan dan Waktu Paruh

Demikian pembahasan materi Bahaya Unsur Radioaktif dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan Pengaruh Radiasi terhadap Makhluk Hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *