Contoh Soal Cara Menentukan Bilangan Oksidasi

Soal 1
Tentukanlah nilai bilangan oksidasi dari atom yang ditebalkan dalam senyawa berikut:
A. MnO2
B. K2Cr2O4
C. Cu2O
D. Na2S2O3

Pembahasan:
Kalian tentu sudah hafal atau minimal punya catatan tentang aturan menentukan bilangan olsidasi bukan. Aturan twrsebut akan kita gunakan untuk menjawab soal diatas.

Bilangan oksidasi Mn dalam MnO2
1 x bo Mn + 2 x bo O = 0
bo Mn – 4 = 0
bo Mn = +4

Bilangan oksidasi Cr dalam K2Cr2O4
2 x bo K + 2 x bo Cr + 4 x bo O = 0
+2 + 2 x bo Cr – 8 = 0
2 x bo Cr = +6
bo Cr = +3

Bilangan oksidasi Cu dalam Cu2O
2 x bo Cu + 1 x bo O = 0
2 x bo Cu – 2 = 0
bo Cu = 2/2 = +1

Bilangan oksidasi S dalam Na2S2O3
2 x bo Na + 2 x bo S + 3 x bo O = 0
+2 + 2 x bo S – 6 = 0
2 x bo S = +4
bo S = +2

Nah mudah kan, asalkan kalian hafal cara aturan menentukan bilangan oksidasi

Soal 2
Perhatikan beberapa reaksi redoks berikut1
A. Cr2O3 + 2Al ==> Al2O3 + 2Cr
B. Br2 + 2 KOH ==> KBr + KBrO + H2O
C. Cu2O + 2 H+ ==> Cu + Cu2+ + H2O
Tentukanlah zat yang bersifat oksidator dan reduktor dari reaksi tersebut.

Pembahasan:

Bisanya atom atom yang mengalami perubahan biloks adalah atom atom selain H dan O, misalnya atom logam atau nonlogam. Kali ini kita langsung saja menentukan biloks dan tulis pada reaksi. Yang diatas adalah biloks 1 buah atom, sedangkan yang dibawah adalah jumlahnya.

+3  -2.                            +3  -2              0
Cr2O3.      +   2Al ==> Al2O3      +    2Cr
+6 – 6 =0.                  +6 – 6 = 0

Baca juga  Contoh Soal Pengaruh Ion Senama Zat dengan Ksp Relatif Besar

Dapat kita lihat bahwa biloks Cr berubah dari +3 ke 0 sehingga disebut mengalami reduksi sedangkan biloks Al naik dari 0 ke +3 maka Al mengalami oksidasi.

Reduktor = mengalami oksidasi = Al
Oksidator = mengalami reduksi = Cr2O3

                                                      -1.        +1
Br2 +       2 KOH.      ==> KBr + KBrO + H2O
           +1-2+1=0.          +1-1.  +1..-2.   +2-2

Br mengalami perubahan bilangan oksidasi dari 0 menjadi -1 dan +1 sehingga Br2 bertindak sebagai oksidator maupun reduktor. Rekasi dimana satu zat dapat bersifat oksidator dan reduktor sekaligus disebut reaksi disproporsionasi.

Nah rekasi yang ketiga tentu kalian bisa menjawab sendiri dengan mudah.

Soal 3
Suatu reaksi redoks mempunyai persamaan reaksi sebagai berikut:
ZnO + H2 ==> Zn + H2O
Gas hidrogen pada reaksi tersebut dikatakan sebagai zat pereduksi. Mengapa demikian?

Pembahasan :
Nah memang ketika kita mempelajari redoks ada banyak istilah yang terbolak balik pengertiannya sehingga kadang bikin pusing. Nah kemampuan kalian untuk membedakan istilah tersebut tentu sangat diperlukan.

Reduktor = zat yang mengalami mengalami oksidasi = zat pereduksi.

Oksidator = zat yang mengalami reduksi = zat pengoksidasi.

Nah berdasarkan pengertian itulah kenapa H2 pada reaksi diatas disebut pereduksi karena H2 pada reaksi tersebut mengalami oksidasi.

ZnO  + H2 ==> Zn + H2O
+2-2.     0.          0.     +1 -2

Biloks H2 naik dari 0 menjadi +1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *