Konsep Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi)

Konsep Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi). Redoks yang memiliki kepanjangan reduksi-oksidasi merupakan dua jenis reaksi yaitu reaksi reduksi dan reaksi oksidasi yang keduanya memiliki ciri-ciri saling berlawanan. Reaksi reduksi memiliki ciri-ciri : Melepaskan oksigen, Mengikat elektron, dan Penurunan bilangan oksidasi. Sedangkan reaksi oksidasi memiliki ciri-ciri : Mengikat oksigen, Melepaskan elektron, dan Peningkatan bilangan oksidasi. Untuk lebih jelasnya, kita sajikan rangkuman perbedaan reaksi reduksi dan reaksi oksidasi dalam tabel berikut ini yang kita sebut sebagai konsep reaksi redoks.

Aturan penentuan bilangan oksidasi (Biloks)

1. Bilangan oksidasi semua unsur bebas adalah nol (0)
Contoh: Bilangan oksidasi atom dalam unsur Na, Fe, H$_2$, P$_4$, dan S$_8$ sama dengan 0 (nol).

2. Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam senyawa netral sama dengan 0 (nol).
Contoh:
Senyawa NaCl mempunyai muatan = 0.
Jumlah biloks Na + biloks Cl = (+1) + (-1) = 0.

3. Bilangan oksidasi ion monoatomik dan poliatomik sama dengan muatan ionnya.
Contoh:
Bilangan oksidasi ion Na$^+$ = +1
Ion NO$_3^-$ bermuatan = -1
Ion SO$_4^{2-}$ bermuatan = -2

4. Unsur H umumnya mempunyai bilok (+1), kecuali pada senyawa hidrida mempunyai bilok (-1). Senyawa hidrida adalah senyawa yang terbentuk jika logam bergabung dengan atom H (Contoh: NaH, KH, CaH$_2$ mempunyai biloks = -1).
Contoh: H dalam H$_2$O, NH$_3$, HCl mempunyai biloks = +1.

5. Unsur O umumnya mempunyai bilok (-2), kecuali:
1) Pada senyawa peroksida contohnya : Na$_2$O$_2$, H$_2$O$_2$, BaO$_2$ mempunyai bilok (-1).
2) Senyawa F$_2$O mempunyai bilok (+2), dan
3) Senyawa superoksida (contohnya KO$_2$) mempunyai bilok ($-frac{1}{2}$)
Contoh: O dalam H$_2$O, Na$_2$O, Fe$_2$O$_3$, MgO mempunyai biloks = -2

6. Unsur logam dalam senyawa umumnya mempunyai biloks positif.
Contoh:
1) Golongan IA (Li, Na, K, Rb, dan Cs) mempunyai biloks (+1).
2) Golongan IIA ( Be, Mg, Ca, Sr, dan Ba) mempunyai biloks (+2).
3) Al$^{3+}$, Ag$^{+}$, Zn$^{2+}$, Pb$^{2+}$, Pb$^{3+}$, Fe$^{2+}$, dan Fe$^{3+}$.

Baca juga  Contoh Soal Reaksi Redoks dan pembahasannya

7. Unsur nonlogam umumnya mempunyai bilok negatif.
Contoh:
1) Golongan VIIA (F, Cl, Br, I) mempunyai biloks (-1). Unsur F selalu (-1)
2) Golongan VIA (O, S, Se, Te) mempunyai biloks (-2).

Demikian pembahasan materi Konsep Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi) dan contoh-contohnya terutama cara menentukan bilangan oksidasi (biloks).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *