Menentukan Komposisi Unsur dalam Pupuk

Penentuan Komposisi Unsur dalam Pupuk. Tahukah teman-teman bahwa pembuatan pupuk erat kaitannya dengan unsur-unsur, karena di dalam pupuk terkandung unsur-unsur yang diperlukan oleh tanaman. Unsur-unsur tersebut diperlukan oleh tanaman untuk memperoleh kondisi tanah yang sesuai. Unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar disebut unsur makro, sedangkan unsure yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil disebut unsur mikro. Unsur makro yang diperlukan tanaman meliputi: C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, dan S. agar dapat tumbuh dengan optimal, ke semua unsur tersebut harus terpenuhi. Dari ke semua unsur tersebut, terdapat tiga unsur penting yang banyak digunakan oleh tumbuhan, yaitu unsur N, P, dan K. Kegunaan ketiga unsur tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

1. Pupuk alami dan buatan

Pupuk dapat dikategorikan sebagai pupuk alami dan pupuk buatan. Penggunaan pupuk alami yang terbuat dari pelapukan kotoran hewan dan pelapukan tanaman dapat digunakan untuk menyuburkan tanah dan mengembalikan struktur komposisi tanah. Kandungan zat organik pada pupuk alami akan diuraikan oleh mikroorganisme menjadi unsur anorganik yang diperlukan tanah. Oleh karena itu, sering kita namai pupuk alami sebagai pupuk organik. Sedang pupuk buatan diproduksi untuk melengkapi unsur hara yang diperlukan tanah. Pupuk buatan diproduksi dengan komposisi tertentu yang bisa mengandung satu atau beberapa unsur hara.

Mengingat negara kita masih tergolong negara agraris, permintaan pupuk pada pertanian cukup besar. Pasokan pupuk menjadi prioritas utama bagi para petani. Dapat dipahami, karena pengolahan tanah secara terus menerus akan menguranngi unsur hara yang terdapat pada tanah.

2. Komposisi unsur dalam pupuk

Komposisi pupuk berlainan untuk setiap produk pupuk. Pupuk tunggal mengandung satu jenis unsur hara, sedangkan pupuk majemuk mengandung dua atau lebih unsur hara. Pupuk tunggal seperti nitrogen dikenal dengan pupuk urea dan pupuk ammonium sulfat (ZA=zwavelzuur ammonia [(NH$_4)_2$SO$_4$]). Sifat dan kandungan pupuk nitrogen dapat dilihat pada tabel berikut:

Pupuk fosfor diproduksi dengan beragam jenis, antara lain pupuk engkel super fosfat (ESP), dibel super fosfat (DSP), dan triple super fosfat (TSP). Adapun pupuk kalium dengan kandungan unsur K dikenal dengan nama ZK (zwavelzuur kalium) dan KCl. Kandungan dan sifat pupuk tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Bagaimanakah cara menentukan komposisi dalam pupuk perhatikan contoh berikut ini:

Contoh soal 1:
Seorang petani menggunakan urea untuk memupuk sawahnya. Apabila petani itu menggunakan 10 kg urea, berapa kg nitrogen yang digunakan oleh petani tersebut untuk memupuk sawahnya? (Ar C=12, O=16, N=14, H=1)
Penyelesaian:
Diketahui:
massa urea CO(NH$_2)_2 $ = 10kg
Mr urea CO(NH$_2)_2 $ = 60
Ditanyakan: kandungan N ?
Jawab:

Jadi,unsur nitrogen yang digunakan oleh petani dalam pupuk tersebut adalah 4,67kg.

Baca juga  Dampak Negatif Unsur Unsur Golongan Utama

Contoh soal 2:
Tentukan kadar unsur (%) N atau P dalam masing-masing senyawa berikut ini: (Ar N=14, H=1, O=16, Ca=40, P=31)
a. NH$_4$NO$_3$
b. Ca$_3$(PO$_4)_2$
Penyelesaian:
Diketahui:
Mr NH$_4$NO$_3$ = 80 dan Mr Ca$_3$(PO$_4)_2 $ = 310
Ditanyakan: Kandungan N,P ?
Jawab:

Jadi, kandungan N dalam NH$_4$NO$_3$ sebesar 35%, dan kandungan P dalam Ca$_3$(PO$_4)_2$ sebesar 20%.

Demikian pembahasan materi Penentuan Komposisi Unsur dalam Pupuk dan contoh-contohnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *