Organisasi Induk Bola Basket Indonesia (PERBASI)

Organisasi Induk Bola Basket Indonesia- Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia disingkat (PERBASI) merupakan organisasi yang menaungi olahraga bola basket Indonesia. PERBASI menganut sistem vertikal berjenjang yang berarti dimulai dari tingkat bawah Perkumpulan, Pengurus Cabang (PENGCAB), Pengurus Daerah (PENGDA), dan pada tingkat atas  adalah Pengurus Besar (PB) PERBASI. Dalam perjalanannya pengurus Besar PERBASI mengalami beberapa kali kepengurusannya ganti. Pengusaha muda, Noviantika Nasution saat ini menjabat sebagai Ketua PB PERBASI setelah sebelumnya jabatan ketua dipegang oleh Gubernur DKI, Sutiyoso dan juga Setia Dharma Madjid menjabat sebagai Sekjen.

http://tutorialolahraga1.blogspot.com/2015/04/organisasi-induk-bola-basket-indonesia.html

PERKEMBANGAN BASKET DI INDONESIA

Pada tahun 1951, Tony Wen dan Wim Latumenten diminta oleh Maladi dalam yang menjabat Sekretaris Komite Olympiade Indonesia (KOI) untuk menyusun organisasi olahraga Bola Basket Indonesia. Karena pada tahun ini juga di Jakarta akan diadakan  PON ke-II, maka kepada kedua tokoh tadi, Maladi meminta pula untuk menjadi penyelenggara pertandingan Bola Basket.
Atas pemikiran kedua tokoh itu, pada 23 Oktober 1951 dibentuk organisasi Bola Basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia disingkat PERBASI. Tahun 1955 nama PERBASI mengalami perubahan  dengan mengikuti perbendaharaan bahasa Indonesia, yaitu menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia yang singkatannya tetap sama yaitu PERBASI.
Dalam susunan Pengurus PERBASI yang pertama, Tony Wen menjababta sebagai Ketua serta Wim Latumeten, Sekretaris. Segera setelah  PERBASI dibentuk, organisasi ini memutuskan untuk bergabung sebagai anggota KOI serta FIBA. Namun demikian, dengan sudah terbentuknya PERBASI, menyatakan bahwa perjuangan bangsa Indonesia untuk membina dan mengembangkan permainan Bola Basket di tanah air menjadi gampang. Tantangan yang harus difikirkan datang dari masyarakat Cina di Indonesia yang mendirikan Bon Bola Basket sendiri, atau sudi untuk bergabung dengan PERBASI.
Untuk menjawab berbagi tantangan itu pada tahun 1955, PERBASI mengadakan Konferensi Bola Basket di Bandung yang peseertanya adalah utusan dari kota kota besar diantaranya Yogyakarta, Semarang, Jakarta dan Bandung.
Keputusan yang paling terpenting dalam Konferensi tersebut ialah PERBASI merupakan organisasi induk olahraga Bola Basket di Indonesia satu satunya, sehingga tidak ada lagi sebutan Bon Bola Basket Cina dan lain sebagainya. Pada kesempatan itu pula akan dibicarakan persiapan menghadapi penyelenggaraan kongres PERBASI yang pertama.
Adapun kongres PERBASI yang pernah diselenggarakan sejak berdirinya tahun 1951 sampai akhir tahun 1983 diantaranya:
Kongres Pertama : Tahun 1957 di Semarang
Kongres Kedua : Tahun 1959 di Malang
Kongres Ketiga : Yang sedianya akan dilangsungkan tahun 1961 di Manado, dibatalkan.
Kongres Keempat : Tahun 1967 di Jakarta
Kongres Kelima : Tahun 1969 di Surabaya
Kongres Keenam : Tahun 1974 di Surabaya
Kongres Ketujuh : Tahun 1977 di Jakarta (bersamaan dengan PON IX).
Kongres Kedelapan : Tahun 1981 di Jakarta (bersamaan dengan PON X).
Sejak didirikan tahun 1951, PERBASI telah banyak melakukan kegiatan yang sifatnya nasional, regional dan bahkan internaisonal. Dalam melaksanakan pembinaan organisasinya, PERBASI telah menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari tingkat bawah yaitu perkumpulan, Cabang, Pengurus Daerah, sampai kepada Pengurus Besar PERBASI.
Di bidang pembinaan, PERBASI mengenal berbagai macam cara. Selain pertandingan-pertandingan dilakukan dengan melalui jenjang organisasi secara vertikal, juga dikenal adanya Kejuaraan Nasional Bola Basket Antar Perkumpulan. Disamping itu, sebagai perwujudan daripada keputusan Kongres PERBASI ke 8 pada tahun 1981, maka dimulai tahun 1982 dilaksanakan Kompetisi Bola Basket Utama dimana diikuti perkumpulan terkemuka di kawasan Jawa. Berbeda dengan kegiatan-kegiatan lain, Kompetisi ini merupakan sebagai awal pembaharuan dalam pembinaan Bola Basket di Indonesia, karena dalam pelaksanaannya dilapangan mengambil jalan pintas, menesampingkan jalur vertikal. Hal ini dilakukan untuk peningkatan prestasi melalui cara yang dianggap paling cepat yakni dengan pembinaan latihan serta pertandingan yang teratur dan terus menerus. Demikian artikel terkait Organisasi Induk Bola Basket Indonesia (PERBASI) 
Baca juga  Cara dan Teknik Dasar Mengontrol Bola dalam Permainan Sepak Bola

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *