Pembuatan Koloid

Pada prinsipnya pembuatan koloid adalah mengubah partikel-partikel berukuran ion, atom, atau molekul menjadi partikel-partikel koloid. Atau mengubah partikel besar menjadi koloid. Untuk memperoleh suatu sistem koloid dapat dilakukan dengan cara kondensasi, dispersi, dan cara gabungan.

PEMBUATAN KOLOID CARA KONDENSASI

       Cara kondensasi yaitu dengan mengubah partikel-partikel yang lebih kecil menjadi partikel yang lebih besar yaitu partikel koloid.

       Hal yang harus diperhatikan pada pengerjaan cara kondensasi adalah menjaga ukuran partikel koloid, karena partikel yang terlalu besar akan mengendap. Untuk menghindari penggumpalan selama kondensasi berlangsung maka selama kondensasi dimulai, larutan sudah harus lewat jenuh dan bibit-bibit kondensasi harus sudah terbentuk. Bibit kondensasi ini sangat diperlukan bagi pembentukan partikel. Partikel sistem koloid yang dihasilkan umumnya bergantung pada:
a. Tingkatan lewat jenuh yang diperoleh,
b. Jumlah bibit kondensasi yang menjadi pusat proses kondensasi,
c. Kecepatan perpindahan partikel berukuran kecil ke arah bibit kondensat.

Untuk memperoleh ukuran partikel koloid yang sama maka pada saat permulaan kondensasi, bibit kondensat harus sudah terbentuk.

Cara kondensasi dapat dilakukan dengan reaksi hidrolisis, reaksi oksidasi, reaksi reduksi, kesetimbangan ion, dan mengubah pelarut.

1. Reaksi hidrolisis

Reaksi hidrolisis digunakan untuk membuat koloid pada logam besi (Fe), aluminium (Al), dan krom (Cr). Hal itu dikarenakan basa logam tersebut bersifat koloid. Pada pembuatan sol Fe(OH)$_3$, larutan FeCl$_3$ ditambahkan pada air panas kemudian diaduk sampai larutan berwarna merah coklat. Persamaan reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut:
$FeCl_3(aq) + H_2O(l) rightarrow Fe(OH)_3(koloid) + 3HCl(aq) $
Sol Fe(OH)$_3$ yang terbentuk dapat tahan lama dan partikelnya bermuatan positif karena mengadsorpsi ion H$^+$.

2. Reaksi oksidasi

Pembuatan sol dengan cara oksidasi, misalnya pembuatan sol belerang. Sol belerang dapat dibuat dengan mengalirkan gas H$_2$S ke dalam larutan SO$_2$. Pada reaksi di atas SO$_2$ dioksidasi menjadi S.

Baca juga  Sifat-sifat Koloid

3. Reaksi reduksi

Sol dari logam dari Pt, Ag, dan Au dapat dibuat dengan cara mereaksikan larutan logam dengan zat pereduksi misalnya FeSO$_4$ dan formaldehida.
Contoh : $ 2 AuCl_3 + 3 SnCl_2 rightarrow 3 SnCl_4 + 2 Au $
Pada reaksi tersebut ion A$^{3+}$ direduksi menjadi Au (logam). Au padat adalah partikel fase dispersi yang terbentuk dan menyusun sol emas. Warna sol emas yang terbentuk bisa bermacam-macam tergantung kepada besarnya partikel Au, umumnya berwarna biru sampai merah delima.

4. Kesetimbangan ion atau dekomposisi rangkap

a) Pembuatan sol AgCl
Pada larutan AgNO$_3$ ditambahkan larutan HCl yang sangat encer.
Reaksi: $ Ag^+ + Cl^- rightarrow AgCl $
b) Pembuatan sol As$_2$S$_3$
Pada larutan H$_2$S encer ditambahkan oksida arsen (As$_2$O$_3$)
Reaksi: $As_2O_3 + 3 H_2S rightarrow As_2S_3 + 3 H_2O $
Sol As$_2$O$_3$ berwarna kuning, bermuatan negatif, dan termasuk liofob.

5. Penggantian pelarut

Cara kondensasi ini dilakukan untuk menurunkan kelarutan suatu zat terlarut
Contoh:
1) Belerang larut dalam etanol tapi tidak larut dalam air
Bila larutan jenuh belerang dalam etanol dituangkan dalam air, maka akan terbentuk sol belerang. Hal ini terjadi akibat menurunnya kelarutan belerang di dalam campuran tersebut
2) Indikator fenolftalein larut dalam etanol tetapi tidak larut dalam air.
Bila air ditambahkan ke dalam larutan fenolftalein dalam etanol terbentuk cairan seperti susu.

PEMBUATAN KOLOID CARA DISPERSI

Pembuatan koloid dengan cara dispersi yaitu dengan memecah molekul besar menjadi molekul-molekul lebih kecil yang sesuai dengan ukuran partikel koloid. Yang termasuk metode dispersi adalah pembuatan koloid dengan cara mekanik, peptisasi, busur Bredig, dan cara homogenisasi.

a. Cara mekanik

Dengan cara mekanik, partikel kasar dipecah sampai halus. Dalam laboratorium kimia pemecahan partikel ini dilakukan dengan menggunakan lumping dan palu kecil, sedangkan dalam industri digunakan mesin penggiling koloid. Zat yang sudah halus dimasukkan ke dalam cairan sampai terbentuk suatu sistem koloid.
Contoh: Pembuatan sol belerang
Mula-mula belerang dihaluskan kemudian didispersikan ke dalam air sehingga terbentuk suatu sistem koloid

Baca juga  Macam Macam Sistem Koloid

b. Cara peptasi

Cara ini dilakukan dengan menambahkan ion sejenis pada suatu endapan, sehingga endapannya terpecah menjadi partikel-partikel koloid. Cara ini biasa digunakan untuk membuat sol liofil.
Contoh: Endapan AgI dapat dipeptasi dengan menambahkan larutan elektrolit dari ion sejenis, misalnya kalium iodida (KI) atau perak nitrat (AgNO$_3$).

c. Cara Busur Bredig

Cara ini digunakan untuk membuat sol-sol logam, seperti Ag, Au, dan Pt. Logam yang akan diubah menjadi koloid digunakan sebagai elektrode. Kedua elektrode logam ini saling berdekatan dan diberikan loncatan listrik dalam medium pendispersinya. Akibat loncatan listrik tersebut, timbul panas yang akan menguapkan logam. Uap logam akan terkondensasi dalam medium pendispersinya sehingga terbentuk sol logam.

d. Cara homogenisasi

Pembuatan koloid jenis emulsi dapat dilakukan dengan menggunakan mesin penghomogen sampai berukuran koloid. Cara ini digunakan pada pembuatan susu. Partikel lemak dari susu diperkecil sampai berukuran koloid dengan cara melewatkan melalui lubang berpori dengan tekanan tinggi. Jika ukuran partikel sudah sesuai ukuran koloid, selanjutnya didispersikan ke dalam medium pendispersi.

Demikian pembahasan materi Pembuatan Koloid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *