Praktikum: Kromatografi Daun

Kalian masih ingat dengan proses fotosintesis??

Ya…Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan oleh tumbuhan menggunakan cahaya matahari, air dan karbondioksida. Secara singkatnya pada proses fotosintesis tumbuhan akan mengkonversi energi cahaya matahari menjadi energi kimia pada makanan.
Fotosistesis berlangsung pada tumbuhan hijau tepatnya di organ daun. Daun memiliki pigment warna hijau yang sangat cerah yang disebut dengn klorofil. Klorofil ini sangat penting pada proses pertama penyerapan cahaya matahari oleh daun tumbuhan. 
Ada dua tipe utama klorofil pada daun yaitu klorofil A, yang berwarna hijau kebiruan dan klorofil B yang berwarna hijau kekuningan. Selain kedua pigmen klorofil ini daun juga mempunyai pigmen – pigmen warna lain.

 kromatografi daun
Sumber : education.com
Pada massa / musim pertumbuhan, daun mengandung lebih banyak pigment klorofil hijau dibandingkan pigmen warna lain. Hal ini mengakibatkan tumbuhan tampak hijau dan cerah. Pada musim gugur, klorofil lambat laun akan rusak, dan pigmen warna lain yang juga terkandung dalam daun akan muncul menggantikan pigmen klorofil yang rusak ini.
Sehingga pada musim gugur kita akan melihat warna daun menjadi kuning atau oranye yang cantik sebelum daun itu gugur dari tangkainya. Pigmen warna kuning pada daun disebut Xanthophil dan pigmen warna oranye disebut karotenoid (Karotenoid sama dengan pigmen warna oranye pada wortel).

Jika kita inigin melihat pigmen warna kuning dan oranye yang tersembunyi di balik warna hijau daun tanpa harus menunggu musim gugur tiba, kita bisa menggunakan salah satu teknik pemisahan kimia yang disebut dengan kromatografi.

Kromatografi adalah salah satu teknik pemisahan senyawa senyawa (dalam percobaan kali ini adalah komponen warna) berdasarkan pada perbedaan pola pergerakan senyawa tersebut pada fase gerak dan fase diam (dalam percobaan ini yang akan kita gunakan sebagai fase gerak adalah alkohol dan fase diamnya adalah kertas sarin). Perbedaan ini akan mebuat senyawa senyawa (komponen warna) itu memisah.
Bagaimana hal itu bisa terjadi???

Hal ini disebabkan karena masing masing komponen warna pada daun memiliki kelarutan yang berbeda beda pada suatu pelarut (fase gerak). Kelarutan mengacu pada seberapa banyak zat tertentu yang dapat larut dalam sejumlah pelarut. Dalam teknik kromatografi, senyawa yang kelarutannnya lebih rendah dalam fase gerak akan sulit melewati fase diam (kertas saring) sehingga tertahan dibagian bawah. Sementara senyawa yang memiliki kelarutan lebih tinggi akan terus bergerak ke atas. Hal ini mengakibatkan komponen komponen warna yang terkandung dalam daun akan memisah.
Masalah 
Dapatkan kita membuktikan bahwa dalam daun yang berwarna hijau mengandung pigmen warna lain.
Percobaan 
Kromatografi pada daun
Alat dan Bahan
  1. Daun yang berwarna hijau lembut (daun yang tidak terlau hijau pekat warnanya). Jika tidak ada, maka kita bisa menggunakan daun bayam segar.
  2. Gunting
  3. Blender atau lesung atau alat lain yang bida digunakan untuk menghaluskan daun
  4. Wadah kaca atau keramik yang kecil
  5. Isopropil alkohol (kita bisa gunakan alkohol untuk antiseptik) atau Aseton (bisa kalian dapatkan pada cairan pembersih kuku /kutek)
  6. Kertas saring (Bisa menggunakan kertas saring untuk membuat kopi)
  7. Pensil dan pengaris
Prosedur pecobaan
  1. gunakan gunting untuk memotong daun menjadi kecil kira kira sebanyak 1/4 gelas.
  2. Gunakan blender atau lesung untuk menghaluskan daun sampai berbentuk bubur yang lembut dan halus.
  3. Masukkan daun yan telah lumat ini ke dalam gelas kemudian tambahkan secukupnya alkohol / aseton ke dalam bubur daun ini kemudian aduk. (jika kalian menggunakan aseton, lakukanlan di ruang yang cukup sirkulasi udara)
  4. Potong kertas saring dengan ukuran panjang 12 cm x 3cm
  5. Masukkan ujung kertas saring tadi sampai bagian bawahnya menyentuh larutan bubur daun tadi.
  6. Tunggu dan cek setiap menit sampai komponen komponen warna yang ada pada daun mencapai ujung atas dari kertas saring.
  7. Amati dan cobalah identifikasi komponen warna apa saja yang terdapat pada kertas saring.
Baca juga  Menghitung Ksp dari Kelarutan Larutan ketika Diberi Data Titrasi

Hasil Percobaan 
Hasil yang didapat akan bergantung pada jenis daun yang kalian gunakan dan seberapa teliti kalian melakukan teknik kromatografi pada daun ini. Kalian juga mungkin tidak akan menjumpai semua pigmen warna yang ada pada daun. Jika hasilnya benra, kalian akan melihat pigmen warna oranye berada paling atas diikuti oleh pigmen warna biru kehijauan. dan yang paling bawah adalah pigmen hjiau kekuningan.
Kenapa demikian???
Pembahasan 
Salah satu pertanyan yang mungkin muncul dibenak kalian adalah kenapa tidak digunakan air sebagai pelarut bubur daun tadi? Mengapa harus menggunakan alkohol atau aseton??
Alasannya adalah karena pigmen warna daun tidak terlalu larut dalam pelarut air. Pigmen warna daun ini akan lebih banyak larut dalam pelarut alkohol atau aseton sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari pemisahan komponen warna daun menggunkan teknik kromatografi ini.
Pigmen warna yang paling larut dalam alkohol adalah pigmen warna kuning (xanthopil) sehingga ia akan bergerak lebih mudah dalam fase diam dan fase gerak. Akibatnya akan dijumpai pada bagian atas kertas saring. Kelarutan ini kemudian diikuti oleh pigmen biru – hijau dari klorofil A dan yang paling tidak larut dalam alkohol adalah pigmen hijau – kekuningan dari klorofil B,
Pertanyaan selanjutnya yang akan membuat kita penasaran adalah kenapa tanaman memiliki pigmen warna yang lebih dari satu??? Salah satu alasannya adalah pigmen warna yang berbeda akan menyerap warna yang berbeda pula dari cahaya matahari. Dengan memilki pigmen warna yang banyak, tumbuha bisa memanfaatkan secara maksimal cahaya matahari yang mengenainya untuk melakukan fotosintesis.
Sumber percobaan : education.com 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *