Selulosa dan Reaksi Pengenalan Karbohidrat

Selulosa dan Reaksi Pengenalan Karbohidrat. Untuk pembahasannya kita bagi menjadi dua submateri yaitu pertama “selulosa dan modifikasi kimianya” dan kedua adalah “reaksi pengenalan karbohidrat”.

Selulosa dan Modifikasi Kimianya

       Selulosa merupakan bagian kayu dari tumbuhan dan terdapat dalam semua sel tumbuhan. Dalam kayu itu sendiri, molekul panjang selulosa terletak dalam baris-baris paralel untuk membentuk serat-serat kayu, serat-serat itu terikat bersama-sama oleh zat organik yang lengket yang disebut lignin.

1. Kertas

       Dalam membuat kertas, kayu dipotong kecil-kecil dan dimasak dalam kalsium bisulfit atau bahan kimia lain untuk melarutkan ligninnya. Selulosa itu diambil dengan penyaringan, diputihkan dengan klor atau hidrogen peroksida, H$_2$O$_2$ dan kemudian diberi bobot, diukur, dan dilewatkan penggulung menjadi lembaran.

2. Rayon

       Kebanyakan rayon dibuat dengan proses viscose. Selulosa murni diperoleh dari kayu dengan proses yang diuraikan di atas dan diolah dengan natrium hidroksida dalam air dan karbon disulfida, cairan kental mirip sirup itu disebut viscose. Setelah diperam dan disaring, viscose dipaksa menerobos lubang-lubang dari suatu alat pintal kecil ke kolam asam sulfat. Cara ini mengendapkan selulosa sebagai benang-benang sinambung yang dikumpulkan dan dipuntir menjadi benang rayon.

3. Selulosa Nitrat dan Selulosa Asetat

       Tiap satuan glukosa dalam sebuah molekul selulosa mengandung tiga gugus hidroksil. Bila selulosa bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan hadirnya asam sulfat, satu, dua, atau tiga gugus hidroksil ini akan diganti dengan gugus nitrat, -ONO$_2$, sehingga terbentuk ester selulosa nitrat. Jika selulosa diolah dengan asam asetat dan asam sulfat, atau dengan anhidrida asetat, gugus hidroksil digantikan oleh gugus asetat dan terbentuk selulosa asetat. Ini digunakan untuk pembuatan rayon asetat dan film potret. (Keenan, dkk, 1999: 419 – 420)

reaksi pengenalan karbohidrat

1. Uji Molisch

       Dengan cara meneteskan larutan alfanaftol pada larutan atau suspense karbohidrat, kemudian asam sulfat pekat secukupnya, sehingga terbentuk dua lapisan cairan dengan batas kedua lapisan berwarna merah-ungu.

Baca juga  Polisakarida

2. Gula Pereduksi

       Monosakarida dan disakarida (kecuali sukrosa) dapat ditunjukkan dengan pereaksi Fehling atau pereaksi Benedict.

3. Uji Iodin        Polisakarida penting, seperti amilum, glikogen, dan selulosa dapat ditunjukkan dengan cara ditetesi larutan iodin sehingga terbentuk warna biru-ungu untuk amilum, cokelat merah untuk glikogen, dan cokelat untuk selulosa.

       Demikian pembahasan materi Selulosa dan Reaksi Pengenalan Karbohidrat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *