Sifat Fisika dan Kimia serta Pembuatan Alkana

Sifat Fisika Alkena
1. Pada suhu kamar, tiga suku alkena pertama berwujud gas, alkena dengan jumlah atom karbon 5 – 17 berwujud cair tetapi tidak larut dalam air dan sedangkan suku alkena dengan jumlah atom karbon besar dari 17 berwujud padat.

2. Mengandung jumlah karbon yang lebih tinggi dibandingkan dengan alkana meskipun jumlah atom C nya sama. Hal ini dapat kita lihat bahwa ketika membakar senyawa alkena akan muncul jelaga yang lebih banyak.

3. Titik didih sebanding dengan massa molekul relatif senyawa alkena. Hal ini disebabkan karena semakin besar molekul maka gaya Van der Waalsnya akan semakin besar.

Sifat Kimia Alkena
1. Jika alkena dibakar maka akan menghasilkan gas CO2 dan H2O. Pembakaran yang menghasilkan zat tersebut dinamakan pembakaran sempurna. Hal ini juga berlaku pada semua jenis senyawa hidrokarbon.

Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
C2H4 + 3O2 ==> 2CO2 + 2H2O

2. Alkena lebih mudah mengalami reaksi dibandingkan alkana karena adanya ikatan rangkap dua. Ikatan ini bertindak sebagai gugus fungsi yaitu bagian dari senyawa yang akan bereaksi terlebih dahulu.

3. Alkena mengalami reaksi polimerisasi, yaitu pemecahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal sehingga membentuk molekul raksasa dengan rantai yang sangat panjang. Alkena sebagai molekul dasar yang dibuat menjadi polimer dinamakan monomer.

Contoh polimer = polietena
Rumus polimer : ( – CH2 – CH2 – )
Monomer = etena dengan rumus monomer : CH2 = CH2

4. Dapat dioksidasi oleh KMnO4 menghasilkan senyawa glikol.

Reaksi yang terjadi :
3CH2=CH2 + 2KMnO4 + 4H2O ==>
3CH2 – CH2 + 2MnO2 + 2KOH
  |         |
 OH.    OH

Etilen glikol adalah cairan yang bermanfaat sebagai pengisi radiator kendaraan. Etilen glikol dapat menurunkan titik beku apabila dicamput dengan air. Selain itu etilen glikol juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kain tetoron.

Baca juga  Ciri Khas dan Sifat Keperiodikan Unsur Golongan Alkali Tanah

Pembuatan Alkena
1. Reaksi dehidrogenasi.
Pemanasan alkana pada suhu 500 derajat Celsius dengan katalis Cr2O3 dan Al2O3. Reaksi ini akan menghasilkan alkena dan gas hidrogen.

Reaksi yang terjadi :
                             Cr2O3
CH3 – CH2 – CH3 ===> CH2 = CH – CH3 + H2

2. Reaksi dehidrohalogenasi
Yaitu reaksi antara monohaloalkana dengan basa kuat dalam alkohol.

Reaksi yang terjadi :
                                 Alkohol
CH3CHCH3 + NaOH ==> CH3CH=CH2 + H2O
         |
        Br

3. Reaksi Dehidrasi
Reaksi ini disebut juga dengan reaksi penghilangan air dimana alkohol dipanaskan pada suhu 170 – 180 derajat Celsius. Yang bertugas menarik gugus OH dan atom OH menjadi molekul air adalah H2SO4.

Reaksi yang terjadi:
                       H2SO4 pekat
CH3CH2CH2-OH ===> CH3CH=CH2 + H2O

4. Reaksi eliminasi Alkana
Reaksi eliminasi adalah reaksi menghilangkan dua buah atom H pada alkana sehingga ikatan tunggalnya berubah menjadi ikatan rangkap.
      H.  H.                         H.   H
      |    |                           |     |
H – C – C – H =====> H – C = C – H + H2
      |    |
      H.  H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *