Sifat , Pembuatan dan Kegunaan Silikon (Si)

Silikon adalah unsur periode 3 golongan IVA yang bersifat non logam. Silikon berasal dari kata silex yang berarti batu api. Silikon pertama kali ditemukan pada tahun 1823.


Dialam, sama dengan unsur unsur tidak stabil lainnya, silikon ditemukan bersenyawa dengan unsur lain membentuk mineral. Berikut beberapa mineral yang mengandung silikon.
1. Ortoklase = K2O.Al2O3.6SiO
2. Kaolin = Al2O3.2SiO2.2H2O
3. Albit = Na2O.Al2O3.6SiO

Selain ditemukan dalam bentuk mineral, silikon juga ditemukan dalam bentuk silikat atau sebagai silikon (SiO2). Senyawa silikon(IV)oksida = SiO2 dapat dijumpai dalam berbagai bentuk seperti pasir kuarsa dan berbagai jenis batu-batuan seperti akik dan opal.

Tanah yang diginakan sebagai bahan baku untuk membuat keramik juga mengandung silikon. Selain itu tanah mengandung senyawa silikon yang berasal dari jasad renik.

Pembuatan Silikon
Secara komersial, dipabrik silikon diperoleh dengan cara mereduksi SiO2. Reaksi reduksi ini dilakukan dalam tungku listrik dan menggunakan batang karbon atau kalsium karbida (CaC2).

Dalam tungku listrik, SiO2 dialiri arus listrik sampai SiO2 nya berpijar sehingga kristal SiO2 tereduksi.

Reaksi yang terjadi:
SiO2(s) + 2C(s) ==> Si(s) + 2CO

Nah caranya cukup sedergana bukan. Nah selain dengan mereduksi SiO2, silikon dapat diperoleh dengan cara memanaskan silikon tetrahalida. Proses pemanasan dilakukan dengan suhu tingga dan dengan bantuan zat pereduksi gas H2.

Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
SiCl4(g) +2H2(g) ==> Si(s) 4HCl(g)

Sifat Fisika dan Kimia Silikon
Silkon adalah senyawa yang tidak berbau, tidak berwarna, kedap air, tahan terhadap suhu tinggi dan tidak rusak oleh bahan kimia dan prosea oksidasi.

Silikon juga bersifat semikonduktor sehingga banyak digunakan untuk membuat, transistor, kalkulator, komputer mikro dan serat sel sel energi matahari. Pembuatan alat-alat diatas memerlukan silikon murni.

Baca juga  Trik Menentukan Orbital Hibrida Suatu Molekul

Silikon murni diperoleh dengan cara mereduksi campuran pasir dan gas klorin sambil dipanaskan. Reduksi ini akan menghasilkan cairan SiCl4 yang titik didihnya cukup rendah yaitu sekita 58 derajat celsius.

 Pembuatan Silikon

Selanjutnya SiCl4 ini diuapkan dan proses selanjutnya direduksi kembali dengan gas H2 sampai diperoleh Si yang benar benar murni.

Senyawa – senyawa silikon yang penting.
1. Gelas dan kaca
Kaca dan gelas merupakan senyawa silikon yang sudah digundan akan sejak zaman dahulu kala. Peradaban yang memulainya adalah zaman mesopotamia dan Mesir purba.

Gelas dan kaca terbuat dari campuran senyawa senyawa silikat. Gelas dibuat dengan cara memanaskan Na2CO3 dan CaCO3 dengan pasir (SiO2) pada suhu 1500 derajat celsius.

Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
Na2CO3 + SiO2 ==> Na2SiO3 + CO2

CaCO3 + SiO2 ==> CaSiO3 + CO2

Campuran senyawa yang dihasilkan diatas adalah campuran umum yang biasa digunakan untuk membuat gelas.

2. Semen
Semen merupakan senyawa silikon yang terdiri atas campuran kalsium dan kalsium aluminat. Semen dibuat dengan memanaskan batuan yang mengandung kapur ( CaCO3) dengan tanah liat (Al2O3.2SiO2.2H2O) dengan perbandingan tertentu dan pada suhu sekita 1500 derajat celsius.

Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
CaCO3 ==> CaO + CO2

Al2O3.2SiO2.2H2O + 3CaO ==> Ca(AlO2)2 + 2CaSiO + 2H2O.

Kegunaan Silikon
Silikon pertama kali ditemukan digunakan untuk membuat lem, pelumas, katub jantung, dan persendian buatan.

Silikon cair dalam dunia kedokteran digunakan untuk operasi retina mata yaitu sebagai perekat kembali retina yang terlepas dari posisinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *