Sifat Sifat Unsur Golongan VA (Golongan Nitrogen)

Penemuan fosfor oleh seorang ahli kimia jerman bernama Henning Brand merupakan penemuan paling menarik dari anggona golongan VA. Penemuannya terjadi ketika dia melakulkan ivestigasi terhadap urin. Urin adalah topik favorit untuk reset padaabab 17-an, karena dipercaya apapun yang berwarna emas,mengandung logam emas.


Setelah Henning Brand memferentasi urin dan kemudian mendestilasi produk hasil fermentasinya, ia menemukan padatan berwarna putih, seperti lilin, padatan yang mudah terbakar dan memiliki titik leleh yang sangat rendah. Produk ini kemudian dinamakan fosfor.

Seratus tahun kemudian, cara mendapatkan fosfor akhirnya ditemukan, sehingga orang orang tidak lagi menggunakan urin untuk menghasilkan fosfor. Wah,bisakan kalian bayangkan berapa banyak urin yang sudah digunakan oleh ahli kimia zaman dahulu?

Kemudian, pada tahun 1833, orang orang mencoba menggasilkan nyala api dengan mudah yaitu menggunakan fosfor putih. Penggunaan fosfor putih untuk menggasilkan nyala api ternyata menimbulkan kehebohan karena fosfor putih ternyata sangat beracun. Seorang wanita muda yang bekerja di pabrik meninggal akibat keracunan fosfor putih.

Pada tahun 1845 ditemukanlah suatu senyawa yang stabil di udara, tidak bersifat beracun dan sangat identik dengan fosfor putih.Pemilik pabrik Arthur Albrigt yang mendapatkan banyak masalah karena orang-orang yang meninggal akibat keracunan fosfor putih, memutuskan untuk mengganti produksinya menjadi fosfor merah.

Dengan mencampur fosfor merah dengan agen pengoksidasi akan menghasilkan percikan api. Campuran ini kemudian digunakan sebagai bahan untuk membuat korek api. Bahannya akan menyala ketika kita menggesekkannya persih seperti kita menyalakan korek api sekarang.

Cerita diatas merupakan salah satu cerita tentang penemuan fosfor yang merupakan anggota golongan VA.Untuk lebih memahami unsur-unsur lain selain fosfor dalam unsur golongan VA, perhatikanlah penjelasan dibawah ini.

Baca juga  Penemuan, Sumber, Sifat - Sifat dan Senyawa Karbon (C)

Anggota unsur golongan VA
                N
                P
                As
                Sb
                Bi

Kecendrungan Unsur-Unsur Golongan VA
Dua unsur pertama dalam unsur golongan VA, yaitu N dan P adalah unsur nonlogam, sisanya yaitu As, Sb dan Bi adalah unsur yang memiliki karakter loga. Bisanya, unsur golongan lain akan sangat mudah dibedakan antara yang logam dengan yang nonlogam. Tetapi berbeda dengan unsur golongan VA, Tidak ada sifat yang terlalu jelas yang dapat mebedakan unsur logam dengan nonlogamnya. Dua sifat yang bisa kita bedakan adalah sifat kelistrikan dan sifat asam-basa senyawa oksidanya.

Sifat Sifat Unsur Golongan VA

Nitrogen dan fosfor adalah unsur yang tidak menghantarkan listrik dan keduanya sama-sama mebentuk oksida. Sifat ini membuatnya ambigu untuk dimasukkan dalam kelompok nonlogam.

Unsur arsenik lebih sulit lagi dibedakan. Alotropi pertama dari asesenik terlihat seperti unsur logam, jika menyublim dan dikeondensasikan kembali menjadi padatan akan menghasilkan alotropi kedua yang berwarna kuning bubuk. Karena arsenik memiliki karakter ionik dan karakter kovalen di kedua alotropinya, maka arsenik dapat dikategorikan sebagai unsur semilogam. Tetapi, banyak sifat kimia dari arsenik lebih mirip fosfor sehingga diklasifikasikan sebagai nonlogam

Antimon dan bismuth memiliki daya hantar listrik yang lebih tinggi dibandingkan logam yang benar benar logam seperti aluminium. Oleh karena itu, secara umum kedua unsur ini dikategorikan sebagai unsur logam.

Jika kita ingin melihat batas yang jelas antara unsur logam, semilogam dan non logam, maka titik leleh adalah indikator yang baik. Perhatikanlah tabel berikut :

Sifat Sifat Unsur Golongan VA

Dalam unsur golongan VA, titik leleh meningkat seiring dengan pertambahan nomor atom (dari tas ke bawah), kecuali pada bismuth dan antimon yang titik lelehnya menurun. Hal ini disebabkan karena titik leleh unsur nonlogam akan meningkat seiring meningkatnya nomor atom, sedangkan titik leleh unsur nonlogam semakin menurun seiring pertambahan nomor atom.

Baca juga  Pembahasan Soal tentang Hubungan Ksp, Kf, dan K pada Pembentukan Ion Kompleks

Kecendrungan titik leleh yang naik-tutumn ini menandakan bahwa tiga unsur pertama adalah nonlogam sedangkan dua unsur terakhir adalah nonlogam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *